PUBLISITAS UMKM Sego Balap Mbah Naniek: Pilar UMKM Kulinerdi Solo Jl. Brigjend Katamso, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
PUBLISITAS UMKM
Sego Balap Mbah Naniek: Pilar UMKM Kulinerdi Solo
Jl. Brigjend Katamso, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Disusun Oleh: Fadia Nugraha N.Y – 23410041
Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata KuliahKomunikasi Publik
Dosen Pengampu:
Drs. Buddy Riyanto, M.S
KELAS KOMUNIKASI PUBLIK_01
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA
2024
UMKM adalahsingkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Secarasederhana, UMKM adalahbisnis atau usaha produktifyang dimiliki dan dikelolaoleh perorangan atau badan usaha dengan skala yang relatifkecil. Sebelumnya UMKM diatur dalam Undang- Undang No. 20 Tahun 2008, kemudian diatur dalam PP No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, perlindungan, dan PemberdayaanKoperasi dan UMKM. Biasanya memiliki jumlah karyawanyang terbatas, aset yang tidak terlalu besar, dan omzet yang relatif kecil dibandingkan perusahaan besar. Seringkalidimiliki dan dikelola langsung oleh pemiliknya, atau oleh keluarga. Memiliki peran penting dalam perekonomian suatunegara, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menopang pertumbuhan ekonomi.
Kota Surakarta, atau yang lebih dikenal sebagai Solo, memiliki ekosistem UMKM yang sangat dinamis dan beragam. Kota ini telah berhasil memposisikan diri sebagaisalah satu pusat kerajinan dan kuliner di Indonesia. Pemerintah Kota Surakarta memberikan berbagai dukunganbagi UMKM, seperti pelatihan, akses permodalan, dan fasilitasi pemasaran. Hal ini mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Solo. UMKM di Solo juga aktifmenjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti perguruantinggi, pelaku bisnis, dan komunitas. Kemitraan ini bertujuanuntuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringanpemasaran, dan mengembangkan inovasi. UMKM di Kota Surakarta merupakan salah satu pilar penting dalamperekonomian kota. Dengan potensi yang besar dan dukunganyang terus berkembang, UMKM di Solo diharapkan dapatsemakin berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraanmasyarakat dan memperkuat identitas budaya kota
Pada kesempatan kali inisaya akan membahas salah satukuliner yang berada di Kota Solo bagian Utara yang terkenal denganharga yang murah meriah orang solo menyebutnya dengan nama“Sego Balap” pasti kalian penasaran, apa sih yang di maksuddengan Sego Balap? Nah Sego Balap adalah nasi bandeng/ sego kucing, nasi yang di bungkus berisi sambel dan potongan ikan bandeng menjadi salah satu ciri khas dari Kota Solo karenadisini terkenal dengan harga yang dibilang murah meriah dan menjadi ciri khas utama di warung akringan atau biasa disebutdengan wedangan.
Warung Sego Balap sudah berdiri sejak lama kuranglebihnya sudah 20th, ini merupakan usaha keluarga yang dimiliki oleh 2 orang pendiri, Ibu N & Ibu A, mereka sudahberjualan 20th lamanya dan tetap menjadi favorit di kalanganmasyarakat dikarenakan harganya murah meriah. Ini juga sangat membantu orang di sekitaran siapa saja bisa menikmatidan tentunya ini adalah makanan pokok sehari- hari oleh karena itu target pasarannya yaitu dari semua kalangan mulaidari anak muda, orang tua, karena semua bisa menikmati.
Warung ini berada di Pasar Mojosongo Alamat lengkapnya berada di Jl. Brigjend Katamso, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127. Berada di bagianbawah pasar Mojosongo,warung Sego Balap buka pada pukuljam 17.00 WIB – 23.00 WIB.
Tidak hanya menjual nasi bandeng ada beberapa pilihan nasi seperti nasi oseng sooun, nasi telur, nasi teri dan nasi goreng. Untuk lauk nya adabeberapa macam gorengan lengkapyang harganya murah meriah Rp. 2000/ 3pcs seperti tahu, tempe, bakwan, pia-pia, sosis, pisang goreng dll, aneka sate tusukan nya juga banyak variasi sepertisate usus, sate koyor, sate ati ampela,telur puyuh, bothok urang dan aneka macam sambel.
Warung ini mulai dikenal banyak orang pada waktucovid-19 saat itu kebanyakan warung tutup pada jam 21.00 WIB karena peraturan dari pemerintah setempat untuk isolasidiri dari virus covid-19. Hal ini membuat warung Sego Balapmerubah jam operasionalnya yang awalnya buka jam 21.00 WIB – 02.00 WIB menjadi jam 17.00 WIB – 21.00 WIB dan setelah keadaan covid-19 membaik jam operasionalnyaditambah tutup sampai jam 23.00 WIB hingga sekarang.
Warung Sego Balap setiap harinya menghabiskan 75kg beras, 60kg tempe, 500 kotak tahu, dan 4kg cabai. Warung inimemasarkan dengan penyebaran pesan secara cepat dan luasmelalui Instagram, Facebook serta Tiktok. Berikut contohpemasarannya https://vt.tiktok.com/ZS23oAxj1/ yang di review oleh salah satu food vlogger yang Bernama @gemarkulineran/ Mas Ge | Info Kuliner Solo.
Warung ini juga bisa menerima pesanan dalam jumlahbesar seperti untuk acara Gereja, acara karang taruna dan masih banyak lagi.
Sego Balap Mbah Naniek merupakan contoh nyatabagaimana UMKM di Solo dapat berkembang dan menjadipilar penting dalam perekonomian lokal. Keberhasilan warungini tidak lepas dari dukungan pemerintah, kemitraan denganberbagai pihak, dan strategi pemasaran yang efektif. Kisahsukses Sego Balap Mbah Naniek dapat menjadi inspirasi bagiUMKM lainnya untuk terus berinovasi dan berkembang.Dengan potensi yang besar dan dukungan yang terusberkembang, UMKM di Solo, termasuk Sego Balap Mbah Naniek, diharapkan dapat semakin berkontribusi dalammeningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuatidentitas budaya kota.
Komentar
Posting Komentar